Si Bebeb dan Kerja Perdananya

Dari 35 orang pegiat literasi se-Indonesia, saya merupakan salahseorang pegiat yang menerima amanah Motor Perpustakan Keliling dari Perpusnas. Akad hibah dilaksanakan langsung di Gedung Perpusnas pada tanggal 17 Januari 2018. Adalah Muhammad Syarif Bando yang langsung membubuhkan tandatangan pada lembar berita acara serah terima hibah motor pusling. Sementara saya menandatangani lembar penerimaan atas nama Ketua Komunitas Ngejah. Motor dengan Nomor Polisi B 3596 PQ beserta sebuah bok besar resmi menjadi milik Komunitas Ngejah. Meski begitu, saya tak langsung bisa mengangkutnya. Alasannya, karena saya merasa tak mampu untuk mengendarainya langsung dari Jakarta ke Singajaya (Garut) tempat di mana Komunitas Ngejah berada. Alhasil pekerjaan mengangkut motor harus saya titipkan POS. Itupun tidak sampai ke Singajaya, melainkan hanya sampai ke kantor POS Tasikmalaya. Untuk pekerjaan yang satu ini, saya harus merogoh kocek uang sekitar 1.300.000.

Roni mengendarai Si Bebeb
Roni mengendarai Si Bebeb

Tanggal 27 Januari motor Pusling yang kemudian saya beri nama Si Bebeb, baru bisa sampai di Saung Komunitas Ngejah, atas bantuan Ustad Asep Ahmad Yusuf. Beliau langsung mengendarainya dari Tasikmalaya. Sesampainya di saung, kemudian saya cek kondisi motor dan stelan bok. Menurut pengamatan saya dan beberapa orang teman, kondisi stelan bok harus mendapat perbaikan. Stelan bok yang terlalu belakang akan menyebabkan motor tidak seimbang. Akhirnya saya memperbaiki stelan bok di tempat las terdekat yang ada di kampung. Pada hari yang sama dengan memperbaiki stelan bok, Si Bebeb menunaikan kerja perdananya. 28 Januari 2018, saya dan Sembilan orang relawan Komunitas Ngejah mengunjungi Kampung Babakanlalay Desa Mekartani Kecamatan Singajaya dalam rangka kegiatan Gerakan Kampung Membaca. Pengurus sekaligus relawan Komunitas Ngejah yang kemudian menjadi motoris Si Bebeb adalah Roni Nuroni. Jalan licin karena dibasahi gerimis tak membuat Roni berkeluh kesah mengendalikan Si Bebeb. Ditangan Roni Si Bebeb bisa sampai kelokasi GKM 73 serta kembali dengan selamat. Antusias anak-anak peserta GKM juga terlihat bagus, salahsatunya karena keberadaan Si Bebeb yang disertai bok berisi buku-buku cerita bergambar yang mereka sukai.***NTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *