GONG SAFARI LITERASI DITABUH

Bandung Barat merupakan lokasi pertama yang menjadi sasaran Safari Literasi Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Jawa Barat. Sekitar pukul 19.30 WIB, pada tanggal 23 Maret, tim Safari FTBM Jawa Barat sampai di Saung Bambu Batujajar. Di lokasi tersebut sekitar 20 orang pegiat TBM dari Bandung Barat nampak sudah siap siaga menyambut kedatangan Tim Safari. Ya, sebagaimana sudah diagendakan sebelumnya, selain mengunjungi beberapa TBM di kabupaten/kota tujuan, agenda lain yang dibawa oleh tim safari adalah menggelar diskusi. Dengan mengucap bismillah, gong Safari Literasi FTBM Jabar resmi ditabuh oleh Ketua FTBM Jabar. Selepas itu, sesi diskusi pun digelar.

Pada pengantar diskusi, Opik, Ketua FTBM Jabar sekaligus Ketua Komunitas Ngejah menyampaikan bahwa tujuan Safari Literasi FTBM Jawa Barat terdiri dari: menjalin silaturahmi dengan sesame pegiat literasi di Jawa Barat, Menguatkan simpul-simpul gerakan TBM yang sudah tumbuh, memancing lahirnya TBM baru di setiap daerah termasuk daerah pelosok, mendiskusikan dan mencari solusi dari setiap kendala gerakan TBM di setiap kabupaten/kota, melakukan sosialisasi terkait enam literasi dasar (literasi Abad 21), Membuat peta gerakan literasi (TBM), merapikan keorganisasi FTBM Kabupaten/Kota, serta berusaha menebar bahan bacaan tambahan untuk TBM. Selain itu, Opik menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salahsatu kerja dalam menyelesaikan amanat KOPDAR FTBM Jabar yang diselenggarakan pada akhir Desember 2017. Pemateri lainnya, adalah Wildan Awaludin, pegiat asal daerah setempat. Dalam sesi diskusi, Wildan lebih focus pada pemaparan pengalaman mengelola TBM. Baginya, mengelola TBM harus disertai dengan niat dan tekad yang bulat-bulat. “Jangan setengah-setengah. Ngurus TBM itu harus nekad. Kalau nekad insyaalloh bisa jalan. Kita harus membuka netrworking dengan banyak pihak. Nah dengan kerjasama, TBM yang saya kelola itu, bisa mendatangkan beasiswa untuk pelajar yang biasa baca di TBM kami. Selain itu, kini sudah memiliki koperasi” tuturnya. Dua pemateri lain adalah dosen FIKOM Unpad Bandung. Samson, pada diskusi ini menuturkan sangat mengapresiasi gerakan TBM. Lebih lanjut, Samson menjelaskan tentang pentingnya upaya dari pegiat TBM untuk menginventarisir kekayaan literasi di lingkungan masing-masing. Pada kesempatan ini, ia sengaja membawa beberapa naskah kuno yang ia dapatkan dari lingkungan masyarakat Cipatujah Tasikmalaya, tempat kelahirannya. Lebih lanjut, Samson mengutarakan bahwa koleksi TBM dan bangunan sebuah TBM itu harus disesuaikan dengan kultur dan kebutuhan masyarakat setempat. Pemateri terakhir pada diskusi ini adalah, Andri Yanto. Dosen muda nan enerjik ini, memaparkan rencananya terkait penelitian yang akan ia lakukan. “Insyaalloh tahun ini, saya akan membuat peta gerakan literasi di Bandung Barat. Nanti titik koordinat serta foto-foto kegiatannya akan kami unggah di website”. Hal lain yang ia sampaikan adalah, sekaitan dengan kecemasannya melihat gerakan TBM yang terancam bubar manakala ditinggalkan pendirinya. “Pengelola TBM itu harus melakukan regenerasi. Saya temukan satu TBM yang cukup punya nama, terancam gukung tikar, karena pendirinya pindah ke kota lain”
Sesi pemaparan materi dilanjutkan dengan diskusi. Ada banyak iuran pendapat terkait membangun budaya literasi di Jawa Barat. Salahsatunya di sampiakan oleh Yuda. Dalam kesemapatan ini Yuda, menyatakan bahwa pola yang dilakukan oleh dua dosen Unpad ini harus ditiru oleh yang lainnya. Gerakan yang sudah tumbuh subur di masyarakat akan lebih menguat apabila didukung oleh dunia kampus, dosen termasuk mahasiswa. Sebagai akademisi, tentu dosen dan mahasiswa akan memiliki segudang konsep yang mampu gerakan literasi yang dipelopori masyarakat. Diskusi selesai pukul 24.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, tim safari dan dua orang Dosen Unpad melanjutkan diskusi santai di TBM Binaswakarya, milik Kiki Ginanjar. Berbagai rencana kerajasama antara FTBM Jabar dengan dua akademisi ini menjadi topic bahasan.
Menurut Santi Susilawati, Sekjen FTBM Jabar, Safari ini akan dilanjutkan ke Kabupaten Kota lain yang ada di Jawa Barat. Hal ini diamini oleh Siti Aminah, yangtak lain adalah salahseorang oengurus FTBM Jabar yang begitu getol membuat jejaring, blusukan ke pelosok-peloso di Jawa Barat untuk menjalin kekuatan bersama. “Benar, Safari Literasi ini akan kita lanjutkan ke kota/kabuapten lainnya. Rencananya bulan April kita akan mengunjungi Kabupaten Sumedang. Namun karena ada acara mendadak, kita akan tunda sampai Mei. Jeda satu bulan lebih dari sekarang, akan kita gunakan untuk mematangkan konsep, mengajak berbagai pihak mendukung kegiatan dengan membantu dana operasional dan buku untuk kita sebar, serta menjadi narasumber. Ya Narasumber akan kita ambil juga dari kalangan akademisi dan tokoh literasi yang mau sedekah ilmu. Terlepas dari ada dan tidak ada dananya dukungan, kita tetap akan gelar kegiatan ini. Konsepnya patungan pengurus, seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya. Mohon doa ya. Pungkas Aam Siti Aminah sebelum pamit pulang meninggalkan TBM Swakarya bersama Opik, Santi, Asep dan Ipul, sebagai sesama teman tim Safari Literasi FTBM JABAR***NTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *