Bercerita dan Membaca di Puncak Bukit Singajaya

Gerakan Kampung Membaca (GKM) memasuki episode ke 74, bersama Alam, salah satu pemuda yang ingin menumbuhkan minat baca anak-anak di kampungnya kini Komunitas Ngejah berkolaborasi. Setelah melalui obrolan panjang bersama. Hari ini adalah aksi yang kami lakukan (Sabtu, 07 April 2018).

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]


Cuaca hari ini cerah. Tuhan mendukung kami untuk melakukan perjalanan menjumpai anak-anak di kampung yang berada di wilaya Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut. Kampung Pinangraang namananya. Salah satu kampung yang berada jauh diperbukitan Desa Singajaya. Meski kampung ini berada jauh dari peradaban Kota Kecamatan, namun jumlah penduduknya cukup padat.
Tiga puluh menit adalah waktu yang kami gunakan untuk sampai ke lokasi GKM. Pukul 13.30 WIB kami sampai. Anak-anak sudah menungu, mengerubuni rumah Alam yang berada tepat dipingir jalan utama kampung tersebut. Kami tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan anak-anak di kampung ini, pun mereka , menyambut antusias kedatangan kami dengan senyum dan sapa hangat.


Personil relawan GKM ke 74 cukup banyak diantaranya: Roni (bendahara KN), Ruli (Sekretaris KN), Ibda (Mahasiswa UNPAD), Elis (Alumni IAIN Cipasung), Yuni (relawan dan Pengurus KN), Ajis (Ngejah Junior), Aida ( Siswa SMK RH), Sifa (pendongeng cilik KN) serta Ka Budi (pendongeng KN). Masing-masing dari kami, memiliki tugas yang berbeda di setiap sesi GKM. Dan ada juga relawan yag sudah siap dilokasi, untuk membantu selama kegiatan berjalan.
Kegiatan GKM berjalan seperti biasa. Kami melaksanakan kegiatan di luar ruangan, sehingga antusias yang hadir tidak hanya dari peserta, tapi juga datang dari para orang tua yang sekedar melihat kegiatan GKM berlangsung.
Pembukaan kegiatan GKM dipimpin Roni dengan hidmat, semua peserta mendengarkan dengan seksama. Memasuki giliran kegiata permainan yang merupakan salah satu kegiatan yang dinanati dalam GKM. Permainan dipimpin oleh tiga relawan sekaligus; Ai, Yuni, dan Elis. Semua peserta ikut hanyut, bernyanyi melampaikan tangan dan saling sapa “hai, haloo”
Suasana semakin akrab saat peserta mendengarkan dongeng dari kak Syfa dan kak Budi. Tidak lupa boneka Sam dan Syima ikut terlibat didalamnya. Tawa lepas terjalin begitu akrab. Sehingga kami dengan mudah mengajak seluruh peserta agar terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Memasuki agenda wajib atau agenda inti dari GKM. Membaca, ya ini adalah tujuan akhir dari kegiatan GKM. Peserta diberikan waktu 30 menit sampai 1 jam untuk membaca bersama dengan suara nyaring. Selepas membaca beberapa diantaranya diperkenankan untuk tampil kedepan, menyampaikan isi dari bahan bacaan yang sudah dibaca. Namun jika sudah tampil di depan dan mereka gugup maka diganti dengan Tanya jawab atau hal lainnya, kegiatan ini kami namai sebagai sesi tantangan. Tujuannya adalah untuk mengecek kemampuan peserta dalam memahami bahan bacaan yang sudah dibaca.
Kegiatan dari awal sampai akhir berjalan dengan sempurna. Saatnya kami kembali ke rumah-masing. Jabatan tangan adalah salat satu rutinitas sebelum kami pulang. Pserta menyalami kami semu, pait, lalu pulang, dengan berbagai ekspresi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *