Sejarah Festival Anime dari Jepang hingga Seluruh Dunia menjadi perjalanan panjang yang dimulai dari satu kota kecil di Tokyo hingga menyebar ke berbagai penjuru dunia. Anime, sebagai animasi asal Jepang, berhasil merebut hati jutaan penggemar di berbagai negara. Hal ini membuat festival anime tumbuh menjadi acara tahunan yang selalu ditunggu-tunggu.
Perlu diketahui, festival anime bukan sekadar ajang tontonan. Di sana, penggemar bisa bertemu sesama pecinta anime, melihat cosplayer berbusana karakter favorit, dan membeli merchandise langka. Tak heran jika jumlah pengunjungnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Awal Mula Comic Market di Tokyo Tahun 1975
Sejarah festival anime resmi dimulai pada 21 Desember 1975 di Tokyo, Jepang. Pada waktu itu, Comic Market atau yang dikenal sebagai Comiket pertama kali digelar sebagai pameran karya penggemar. Hanya 32 circle yang berpartisipasi, dengan jumlah pengunjung sekitar 700 orang saja.
Menariknya, angka tersebut terus berkembang drastis dari tahun ke tahun. Pada pameran ke-13, jumlah circle sudah mencapai 300 dengan pengunjung sekitar 4.000 orang. Loncatan besar terjadi pada pameran ke-63 tahun 2002, di mana peserta dan pengunjung menyentuh angka 500 ribu orang.
Format Penyelenggaraan yang Berubah
Di awal pelaksanaannya, Comic Market digelar tiga kali dalam setahun mengikuti jadwal libur sekolah di Jepang. Namun sejak 1983, format ini berubah menjadi dua kali setahun karena Comiket musim semi resmi dihentikan. Konvensi di Jepang juga banyak mendapat dukungan dari studio animasi dan perusahaan penerbitan besar.
Dukungan sponsor ini membuat Comic Market berkembang sebagai platform resmi untuk peluncuran karya-karya baru. Festival ini pun menjadi tolok ukur bagi penyelenggaraan festival anime di negara lain.
Sejarah Festival Anime Masuk ke Amerika Serikat
Gelombang festival anime mulai menyentuh Amerika Serikat pada awal 1980-an. YamatoCon menjadi festival pertama yang khusus mengangkat tema animasi Jepang di Amerika. Festival ini diadakan pertama kali di Dallas, Texas, pada 1983 atas inisiatif Mark Hernandez dan Don Magness.
Beberapa tahun kemudian, Project A-Kon hadir di Texas pada awal 1990-an dan mengklaim sebagai festival anime pertama di negeri itu. Klaim tersebut memang masih diperdebatkan, namun kehadirannya turut mendorong tumbuhnya festival serupa di berbagai negara bagian Amerika.
AnimeCon dan Anime Expo: Tonggak Sejarah Festival Anime
Tahun 1991 menjadi momen penting dalam sejarah festival anime di Amerika. AnimeCon yang berlangsung di San Jose, California, menjadi festival pertama yang berhasil melewati angka 1.000 pengunjung. Lebih dari itu, festival ini mendapat dukungan langsung dari studio produksi Amerika dan Jepang.
Setahun setelahnya, Anime Expo lahir di California pada 1992 dan kini dikenal sebagai festival anime terbesar di luar Jepang. Ratusan ribu pengunjung hadir setiap tahun dari berbagai penjuru Amerika dan mancanegara. Hal ini menjadikan Anime Expo sebagai barometer industri hiburan anime di tingkat internasional.
Perkembangan Festival Anime di Eropa
Eropa mulai mengenal festival anime secara lebih serius pada tahun 1990-an. Salah satu yang paling berpengaruh adalah Japan Expo di Paris, Prancis, yang hingga kini menjadi festival anime terbesar di kawasan Eropa. Ribuan pengunjung dari seluruh Eropa datang setiap tahun untuk merayakan budaya Jepang di sana.
Selain Japan Expo, sejumlah festival lain turut mewarnai peta sejarah festival anime di Eropa. Berikut beberapa di antaranya:
- AUKcon (1994) โ Festival anime satu hari yang diadakan di London, Inggris. Meskipun singkat, acara ini membuka jalan bagi komunitas anime di Inggris.
- Salon del Manga de Barcelona (1995) โ Digelar di Barcelona, Spanyol, festival ini berkembang menjadi salah satu yang terbesar di Eropa Selatan.
- Japan Expo Paris โ Konsisten menjadi yang terbesar di Eropa dengan pengunjung yang mencapai ratusan ribu orang per tahun.
Festival Anime Merambah Australia di Akhir 1990-an
Gelombang sejarah festival anime akhirnya sampai ke Australia pada penghujung dekade 1990-an. Melbourne Anime Festival, yang lebih dikenal dengan nama Manifest, pertama kali digelar pada tahun 1998. Festival ini dikelola sepenuhnya oleh sukarelawan di bawah naungan organisasi nirlaba MAFI atau Melbourne Anime Festival Inc.
Perlu diketahui, seluruh kegiatan Manifest dijalankan tanpa dukungan korporat besar. Ini membuktikan bahwa kecintaan terhadap anime mampu menggerakkan banyak orang untuk berkolaborasi secara sukarela. Semangat ini yang membuat festival anime di Australia tetap bertahan dan terus berkembang.
Sejarah Festival Anime di Indonesia
Indonesia memiliki hubungan panjang dengan anime jauh sebelum festival resmi pertama kali digelar. Anime pertama yang tercatat ditayangkan di televisi Indonesia adalah Wanpaku Omukashi Kumu Kumu, yang tayang di TVRI sekitar tahun 1970-an setiap sore hari. Tayangan inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya komunitas penggemar anime di tanah air. Wikipedia
Memasuki era 1990-an, dengan munculnya stasiun televisi swasta seperti RCTI, SCTV, TPI, ANTV, dan Indosiar, semakin banyak anime yang ditayangkan dan meraih popularitas besar, seperti Doraemon, Pokรฉmon, Dragon Ball, dan Captain Tsubasa. Gelombang popularitas ini lah yang kemudian melahirkan komunitas-komunitas penggemar anime yang tersebar di berbagai kota besar.
Anime Festival Asia Masuk Indonesia Tahun 2012
Perjalanan sejarah festival anime di Indonesia mencapai babak baru ketika Anime Festival Asia (AFA) resmi hadir. Pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 2012, AFA Indonesia berhasil menarik lebih dari 370.000 pengunjung selama tujuh kali penyelenggaraannya. Acara terakhir sebelum jeda panjang berlangsung pada 2018 dengan total 57.528 pengunjung selama tiga hari.
AFA diselenggarakan oleh SOZO, perusahaan hiburan Jepang asal Singapura, yang bekerja sama dengan promotor lokal PK Entertainment. Festival ini menghadirkan konser musik anime bertajuk I Love Anisong, pameran merchandise, kompetisi cosplay, hingga sesi temu pengisi suara dari Jepang.
AFA Kembali Hadir dan Terus Berkembang
Setelah absen selama lima tahun akibat pandemi, AFA Indonesia kembali digelar pada 3โ5 Mei 2024 di Jakarta Convention Center dengan luas arena pameran lebih dari 11.000 meter persegi. Antusias penggemar tidak surut โ ribuan tiket terjual habis dalam waktu singkat.

Sejak pertama kali diadakan pada 2008, AFA sudah menjadi fenomena regional dengan lebih dari 30 acara di enam kota, menampilkan lebih dari 520 pengisi acara, dan menggaet lebih dari 2,3 juta pengunjung. Di Indonesia sendiri, AFA terus menjadi festival anime tahunan yang paling banyak dinantikan penggemar.
Perkembangan Festival Anime Lokal di Indonesia
Selain AFA, acara besar lain yang berhubungan dengan anime di Indonesia juga mencakup Indonesia Comic Con (ICC) yang rutin menyedot perhatian ribuan penggemar setiap tahunnya. Festival-festival ini menjadi wadah komunitas anime lokal untuk bertemu, berbagi, dan merayakan kecintaan mereka terhadap budaya Jepang.
Kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta kini rutin menggelar event bertema anime dengan skala yang semakin besar. Hal ini menandakan bahwa sejarah festival anime di Indonesia masih terus ditulis dan berkembang hingga hari ini.
Apa Saja yang Ada di Festival Anime?
Sejarah festival anime tidak bisa dilepaskan dari berbagai kegiatan seru yang selalu hadir di dalamnya. Berikut adalah hal-hal yang biasanya bisa ditemukan di festival anime:
| Kegiatan | Keterangan |
|---|---|
| Cosplay | Pengunjung tampil dengan kostum karakter anime favorit mereka |
| Merchant Booth | Penjualan merchandise, poster, figure, dan koleksi anime |
| Screening | Penayangan episode terbaru atau film anime eksklusif |
| Meet & Greet | Pertemuan dengan pengisi suara atau kreator anime |
| Panel Diskusi | Sesi tanya jawab seputar industri anime Jepang |
| Lomba & Kompetisi | Kompetisi cosplay hingga kuis berhadiah merchandise |
Menariknya, festival anime tidak hanya menarik penggemar dari kalangan muda. Orang dewasa hingga keluarga pun kerap hadir bersama untuk menikmati suasana yang kental dengan budaya Jepang.
Sejarah festival anime membuktikan bahwa kecintaan terhadap animasi Jepang mampu melintasi batas negara dan budaya. Dari Tokyo hingga Melbourne, dari Paris hingga Jakarta, festival anime terus tumbuh dan menjadi ruang perayaan bagi jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Baca Artikel lainya hanya di Ruangbacaku