Kacamata Pintar Meta kembali menjadi perbincangan setelah perusahaan mengumumkan varian baru tanpa kamera dalam ajang Meta Connect. Produk bernama Ray-Ban Meta Audio ini hadir sebagai jawaban atas kritik seputar privasi yang selama ini membayangi kacamata pintar berkamera. Perlu diketahui, langkah ini menandai perubahan strategi Meta dalam menghadirkan perangkat wearable yang lebih ramah privasi.
Alasan Meta Hadirkan Kacamata Pintar Ray-Ban Tanpa Kamera
Polemik privasi menjadi alasan utama di balik peluncuran Ray-Ban Meta Audio. Sebelumnya, kacamata pintar Meta berkamera kerap dikritik karena dipakai merekam orang lain tanpa izin, bahkan mendapat julukan negatif di sejumlah media internasional. Lampu indikator perekaman pada model lama juga dianggap mudah disamarkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan pengguna.
Menariknya, tekanan publik dan regulator turut mendorong Meta mengambil langkah ini. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat bahkan sempat membuka investigasi terkait potensi pelanggaran privasi dari kacamata berkamera tersebut. Dengan menghilangkan modul kamera sepenuhnya, Kacamata Pintar Meta menawarkan opsi bagi pengguna yang mengutamakan keamanan data pribadi.
Desain dan Bobot Ray-Ban Meta Audio
Ray-Ban Meta Audio dirancang lebih ringan dibanding pendahulunya yang dilengkapi kamera. Bobot perangkat ini hanya 43 gram, jauh di bawah model berkamera yang berkisar 51,5 hingga 53,8 gram. Bagian tangkai kacamata juga bisa disesuaikan, meski penyesuaiannya tetap memerlukan bantuan teknisi optik profesional.
Hal ini membuat kacamata pintar Ray-Ban Audio tersedia dalam dua gaya, yaitu Clubmaster dan Burbank. Total terdapat 23 kombinasi warna dan pilihan lensa yang bisa dipilih pengguna. Perangkat ini turut mendukung penggunaan lensa preskripsi bagi konsumen yang membutuhkan koreksi penglihatan.
Daya Tahan Baterai Kacamata Pintar Meta
Baterai menjadi salah satu keunggulan Ray-Ban Meta Audio dibanding model sejenis di pasaran. Perangkat ini sanggup bertahan hingga 12 jam pemakaian audio dalam satu kali pengisian daya penuh. Durasi tersebut cukup panjang untuk mendengarkan musik atau menggunakan asisten suara sepanjang hari kerja.

Selain itu, charging case bawaan menambah daya hingga 48 jam tambahan. Total daya tahan ini menjadikan kacamata pintar Meta lebih praktis dipakai saat bepergian tanpa perlu sering mencari colokan listrik. Kombinasi bobot ringan dan baterai awet menjadi nilai tambah utama produk ini.
Muse Charm, Aksesori AI Pendamping Kacamata
Selain kacamata audio, Meta turut memperkenalkan aksesori eksperimental bernama Muse Charm. Perangkat berbentuk gantungan kunci ini memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan asisten AI melalui model suara secara real-time. Muse Charm dilengkapi kamera terintegrasi yang berbeda dari kacamata utamanya.
Kamera pada Muse Charm berfungsi menganalisis lingkungan sekitar pengguna secara visual. Fitur ini memungkinkan asisten AI menjawab pertanyaan berdasarkan kondisi di sekitar penggunanya secara langsung. Aksesori ini dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada Desember mendatang.
Harga dan Jadwal Peluncuran Kacamata Pintar Ray-Ban
Ray-Ban Meta Audio sudah bisa dipesan melalui skema pre-order sejak pengumuman resmi dilakukan. Ketersediaan komersial secara luas dijadwalkan mulai 13 Oktober 2026 di sejumlah negara. Berikut ringkasan spesifikasi dan harga kedua produk baru Meta.
| Produk | Fitur Utama | Harga |
|---|---|---|
| Ray-Ban Meta Audio | Tanpa kamera, bobot 43 gram, baterai 12 jam | USD 349 (sekitar Rp5,4 juta) |
| Muse Charm | Gantungan kunci AI, kamera visual, suara real-time | Dikirim mulai Desember |
Harga tersebut menempatkan kacamata pintar Ray-Ban Audio pada segmen yang relatif terjangkau dibanding varian berkamera. Strategi harga ini tampaknya ditujukan untuk memperluas pasar ke pengguna yang belum tertarik dengan kacamata berkamera sebelumnya.
Respons terhadap Polemik Privasi Kacamata Pintar
Kehadiran Kacamata Pintar Meta tanpa kamera tidak lepas dari rentetan kasus penyalahgunaan produk sebelumnya. Sejumlah laporan media menyebut kacamata berkamera dipakai merekam orang secara diam-diam di ruang publik. Hal ini membuat sebagian konsumen menuntut fitur keamanan tambahan pada perangkat wearable Meta.
Beberapa persoalan privasi yang sempat mencuat sebelum peluncuran Ray-Ban Meta Audio antara lain:
- Lampu indikator perekaman yang mudah ditutup atau disamarkan pengguna.
- Mode perekaman tertentu yang tetap aktif tanpa lampu indikator menyala.
- Kekhawatiran soal data rekaman yang dipakai untuk melatih model AI.
- Seruan boikot dari sejumlah pengguna media sosial terkait isu privasi.
Dengan menghilangkan kamera pada varian audio, Meta memberi opsi bagi pengguna yang ingin menghindari risiko tersebut sepenuhnya.
Manfaat Kacamata Pintar Meta bagi Pengguna Sehari-hari
Kacamata pintar Ray-Ban Audio cocok dipakai pengguna yang lebih mengutamakan fungsi asisten suara dan pemutar musik. Perangkat ini memungkinkan pengguna menerima panggilan, mendengarkan musik, atau bertanya kepada asisten AI tanpa mengeluarkan ponsel. Aktivitas ini bisa dilakukan sambil berolahraga, bekerja, atau bepergian.
Bagi kalangan profesional, kacamata pintar Meta versi audio juga menjawab kebutuhan privasi di ruang kerja tertutup. Tanpa kamera, perangkat ini lebih aman dipakai di lingkungan yang membatasi perekaman gambar, seperti kantor atau fasilitas kesehatan. Pilihan ini melengkapi lini produk Meta yang sebelumnya hanya menawarkan versi berkamera penuh. Baca artikel menarik lainya hanya di Ruangbacaku