Microsoft Copilot resmi menambahkan Model AI Grok buatan xAI sebagai pilihan baru. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, pada 12 September 2026. Elon Musk selaku pendiri xAI turut hadir dalam pengumuman tersebut. Kehadiran Grok melengkapi model OpenAI dan Anthropic yang sudah lebih dulu tersedia di Copilot.
Microsoft Copilot Mulai Rangkul Grok di Tiga Aplikasi Office
Model AI Grok pertama kali hadir di tiga aplikasi office andalan Microsoft. Word, Excel, dan PowerPoint menjadi tempat awal pengguna mencoba Grok. Peluncuran ini berjalan lewat Microsoft Frontier Program yang cakupannya masih terbatas. Microsoft ingin menampung masukan pengguna sebelum memperluas fitur ini ke aplikasi lain.
Perusahaan memilih pendekatan bertahap agar performa Grok benar benar teruji lebih dulu. Tim Microsoft memantau respons pengguna Frontier Program selama masa uji coba berlangsung. Hasil pemantauan ini menentukan kapan Grok tersedia di aplikasi Copilot lainnya. Pendekatan bertahap ini juga membantu Microsoft menekan risiko gangguan layanan.
Pengguna yang tergabung dalam Frontier Program bisa mencoba Grok lebih awal dibanding pengguna umum. Mereka diminta memberi masukan lewat kanal umpan balik resmi Microsoft. Masukan ini nantinya menjadi bahan evaluasi sebelum Microsoft memperluas akses Grok secara luas. Cara ini membantu Microsoft memperbaiki performa Grok sebelum dirilis masif.
xAI kini beroperasi memakai nama SpaceXAI setelah bergabung dengan perusahaan lain milik Elon Musk. Nama SpaceXAI tercantum dalam daftar subprosesor layanan online Microsoft. Perubahan nama ini tidak mengubah fungsi Grok di Microsoft Copilot. Pengguna tetap mengenali model ini dengan sebutan Grok seperti biasa.
Syarat dan Batasan Akses Model AI Grok
Akses Model AI Grok tidak langsung aktif untuk semua organisasi pengguna Copilot. Administrator wajib mengaktifkan pengaturan khusus karena fitur ini nonaktif secara default. Kebijakan ini memberi perusahaan kendali penuh atas data yang diproses lewat model xAI. Data yang melewati Grok diproses di luar infrastruktur milik Microsoft.
Kebijakan default nonaktif ini sejalan dengan pendekatan keamanan data perusahaan besar. Banyak organisasi memang lebih memilih menguji fitur baru secara bertahap. Administrator dapat menentukan divisi mana saja yang boleh memakai Grok lebih dulu. Cara ini memudahkan tim IT memantau penggunaan model baru di lingkungan kerja.
Grok belum tersedia untuk pelanggan Frontier Program yang berada di Uni Eropa selama masa pratinjau. Pengguna di kawasan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa dan Inggris Raya mengalami pembatasan serupa. Microsoft kemungkinan memperluas cakupan wilayah setelah evaluasi awal rampung. Ketentuan hukum penggunaan Grok mengikuti Enterprise Terms of Service milik xAI.
Pembatasan wilayah ini umumnya berkaitan dengan aturan perlindungan data yang berlaku di kawasan tersebut. Regulasi seperti ini kerap membuat perusahaan teknologi menunda peluncuran fitur baru. Microsoft kemungkinan menunggu kepastian regulasi sebelum membuka akses Grok di kawasan tersebut. Proses evaluasi ini bisa memakan waktu beberapa bulan ke depan.
Berikut ringkasan syarat akses Grok di Microsoft Copilot saat ini.
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Status default | Nonaktif, perlu diaktifkan administrator |
| Aplikasi awal | Word, Excel, PowerPoint |
| Jalur rilis | Microsoft Frontier Program |
| Wilayah terbatas | Uni Eropa, EFTA, Inggris Raya |
| Lokasi pemrosesan data | Infrastruktur xAI, bukan Microsoft |
| Dasar hukum | Enterprise Terms of Service xAI |
Perjalanan Integrasi Grok di Ekosistem Microsoft
Kolaborasi Microsoft dan xAI berjalan bertahap sejak awal 2026. Grok 4.1 Fast lebih dulu hadir di Copilot Studio pada 19 Februari 2026. Fitur ini ditujukan bagi pengembang di Amerika Serikat yang menguji fungsi baru. Langkah ini menjadi fondasi awal sebelum Grok masuk ke aplikasi office.
Copilot Studio sendiri merupakan platform bagi pengembang untuk membangun agen AI kustom. Kehadiran Grok di platform ini memberi pengembang opsi model tambahan. Pengembang bisa membandingkan performa Grok dengan model lain sebelum memilih. Pilihan ini penting bagi perusahaan yang ingin menyesuaikan kebutuhan proyek tertentu.
Add-in khusus Grok juga meluncur di Word, PowerPoint, Excel, dan Outlook lewat Microsoft Marketplace. Peluncuran add-in ini berlangsung sepanjang pertengahan tahun 2026. GitHub Copilot turut mendapat dukungan Grok 4.6 pada Agustus 2026. Dukungan ini mencakup lingkungan pengembangan seperti VS Code dan JetBrains.
Kehadiran Grok di GitHub Copilot membuka opsi baru bagi programmer saat menulis kode. Programmer bisa memilih Grok untuk tugas tertentu seperti debugging atau dokumentasi. Setiap model memang punya keunggulan berbeda tergantung jenis pekerjaan yang dikerjakan. Fleksibilitas semacam ini banyak dicari pengembang perangkat lunak saat ini.
Berikut beberapa tonggak penting integrasi Grok ke produk Microsoft.
- Grok 4.1 Fast masuk Copilot Studio pada 19 Februari 2026
- Add-in Grok tersedia di Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook
- GitHub Copilot mendukung Grok 4.6 sejak Agustus 2026
- Microsoft Copilot menambah Grok pada 12 September 2026
Perbandingan Grok dengan Model Lain di Microsoft Copilot
Microsoft Copilot kini menyediakan tiga pilihan model utama bagi pengguna korporat. OpenAI dan Anthropic lebih dulu hadir sebelum Grok resmi bergabung. Setiap model punya karakteristik pemrosesan bahasa yang sedikit berbeda satu sama lain. Pengguna bisa memilih model sesuai jenis tugas yang sedang dikerjakan.
Perusahaan biasanya mempertimbangkan kecepatan respons dan kebutuhan kepatuhan data saat memilih model. Sebagian tim memilih model tertentu karena kebiasaan penggunaan sebelumnya. Sebagian lain memilih berdasarkan hasil uji coba internal masing masing divisi. Microsoft membiarkan keputusan ini sepenuhnya berada di tangan pelanggan korporat.
Ketersediaan banyak pilihan model juga mendorong persaingan sehat antar penyedia teknologi AI. Setiap penyedia berusaha menghadirkan pembaruan model secara berkala agar tetap relevan. Persaingan ini pada akhirnya menguntungkan pengguna karena kualitas layanan terus membaik. Pengguna korporat mendapat lebih banyak opsi tanpa harus berpindah platform kerja.
Tanggapan Microsoft dan xAI soal Kolaborasi Ini
Satya Nadella menyebut kolaborasi ini menambah pilihan model bagi pengguna Copilot. Ia menyampaikan hal tersebut lewat unggahan resmi di platform X. Nadella menekankan bahwa fleksibilitas model membantu pengguna menyesuaikan kebutuhan pekerjaan. Pernyataan ini menegaskan arah strategi Microsoft ke depan.
Elon Musk turut menegaskan manfaat Grok untuk pekerjaan kantor sehari hari. Ia menyebut lembar kerja Excel dan presentasi PowerPoint bisa lebih baik. Musk menilai kemampuan Grok cocok untuk tugas analisis dan penyusunan dokumen. Dukungan ini memperkuat posisi Grok di pasar model AI korporat.
Kedua pihak menyampaikan optimisme tinggi terhadap kolaborasi jangka panjang ini. Microsoft menilai kerja sama ini membuka peluang pengembangan fitur baru ke depan. xAI di sisi lain mendapat akses ke basis pengguna korporat yang sangat luas. Kombinasi ini berpotensi mempercepat adopsi Grok di lingkungan kerja profesional.
Langkah Microsoft menghadirkan Model AI Grok memperkuat strategi multi model pada Microsoft Copilot. Anthropic sudah lebih dulu masuk ke Copilot Studio pada September 2025. Kini giliran Grok melengkapi daftar model yang bisa dipilih pengguna korporat. Persaingan antar model ini berpotensi mendorong pembaruan fitur baru di Copilot. Baca Artikel Teknologi menarik lainya hanya di Ruangbacaku