Sejak resmi beroperasi pada Maret 2019, MRT Jakarta telah menjelma menjadi moda transportasi andalan jutaan warga ibu kota. Tidak heran jika stasiun MRT selalu ramai oleh masyarakat setiap harinya.
Kemampuannya menghindari kemacetan, tarif yang terjangkau, jadwal yang teratur, dan fasilitas yang modern dan nyaman, menjadikan MRT pilihan utama bagi komuter harian yang ingin bergerak efisien di tengah padatnya Jakarta.
Inilah informasi tentang daftar stasiun MRT, rute, dan tarifnya yang bisa Anda pahami, agar perjalanan Anda mulus dan lancar.

13 Daftar Stasiun MRT Jakarta
MRT Jakarta saat ini beroperasi pada jalur Utara–Selatan (North-South Line) dengan total 13 pemberhentian.
Jalur ini membentang sepanjang sekitar 15,7 kilometer, terdiri dari 7 stasiun layang (elevated) di bagian selatan.
Kemudian 6 lainnya merupakan stasiun bawah tanah (underground) di bagian tengah menuju utara kota. Inilah daftar stasiun MRT tersebut:
1. Lebak Bulus Grab
Stasiun paling selatan, sekaligus lokasi depo dan pusat perawatan armada MRT. Terintegrasi dengan Terminal Lebak Bulus dan jadi pintu masuk utama bagi komuter dari kawasan Tangerang Selatan dan Depok.
2. Fatmawati Indomaret
Stasiun ini berlokasi di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan. Berada di persimpangan strategis, stasiun ini melayani area perkantoran dan perumahan di kawasan Cilandak.
3. Cipete Raya
Stasiun ini berada di kawasan Cilandak, tepatnya di Jalan Raya Fatmawati. Dekat dengan banyak pusat kuliner populer di Cipete, Jakarta Selatan.
4. Haji Nawi
Selanjutnya ada stasiun MRT Haji Nawi yang lokasinya ada di Gandaria Selatan. Nama Haji Nawi sendiri berasal dari nama saudagar Betawi legendaris yang dulunya memang memiliki tanah di area tersebut.
Anda bisa mengakses stasiun ini dari area Cipete dan Fatmawati.
5. Blok A
Stasiun MRT Blok A berlokasi di Cipete Utara, dekat dengan area perdagangan ITC Fatmawati dan Blok A.
Karena lokasinya yang strategis, banyak penumpang stasiun ini yang berasal dari perumahan padat di Jakarta Selatan.
6. Blok M BCA
Ini merupakan salah satu stasiun populer karena menjadi titik integrasi utama dengan TransJakarta dari berbagai koridor.
7. ASEAN
Stasiun MRT ini sebelumnya memiliki nama sebagai stasiun Sisingamangaraja. Lokasinya ada di depan Gedung Sekretariat ASEAN, sehingga menjadi asal muasal nama baru stasiun ini.
Stasiun ASEAN memiliki lokasi yang dekat dengan Halte TransJakarta CSW yang menghubungkan beberapa koridor sekaligus.
8. Senayan Mastercard
Ini merupakan stasiun underground atau bawah tanah pertama yang terintegrasi dengan Halte TransJakarta Bundaran Senayan.
Akses stasiun ini juga sangat mudah, khususnya dari Senayan City, Plaza Senayan, dan Ratu Plaza.
9. Istora Mandiri
Stasiun MRT ini memiliki lokasi yang strategis, dekat dengan kawasan SCBD dan GBK. Tidak heran jika stasiun ini sering jadi opsi transportasi untuk perkantoran dan pengunjung acara olahraga maupun konser.
10. Bendungan Hilir
Stasiun MRT Sudirman ini melayani kawasan perkantoran dan perumahan di area Sudirman. Dekat dengan banyak pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran.
11. Setiabudi Astra
Ini merupakan stasiun yang berlokasi di kawasan bisnis Sudirman-Thamrin, sehingga seringkali padat oleh pekerja kantoran.
12. Dukuh Atas BNI
Dukuh atas BNI merupakan salah satu stasiun MRT terdekat dengan kawasan bisnis Thamrin dan Sudirman.
Stasiun ini juga terintegrasi dengan KRL Commuter Line Jabodetabek dan TransJakarta.
13. Bundaran HI
Terakhir, ada stasiun paling utara yang berada di jantung Jakarta. Stasiun ini menjadi salah satu yang paling ramah, karena dekat dengan banyak landmark seperti Grand Indonesia, Hotel Indonesia, dan tentunya Bundaran HI.
Rute MRT Jakarta Terbaru
Saat ini MRT Jakarta mengoperasikan satu jalur aktif, yaitu Lintas Raya Terpadu atau North-South Line. Rute ini terbentang dari Stasiun Lebak Bulus Grab sampai ke Stasiun Bundaran HI.
Urutan lengkap rute dari selatan ke utara adalah sebagai berikut
Lebak Bulus Grab ? Fatmawati Indomaret ? Cipete Raya ? Haji Nawi ? Blok A ? Blok M BCA ? ASEAN ? Senayan Mastercard ? Istora Mandiri ? Bendungan Hilir ? Setiabudi Astra ? Dukuh Atas BNI ? Bundaran HI
Waktu tempuh dari ujung ke ujung sekitar 30 menit. MRT sendiri beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB, dengan interval 5 menit saat jam sibuk dan 10 menit di luar jam sibuk.
MRT Jakarta juga terintegrasi dengan moda transportasi lain di beberapa titik, seperti KRL Commuter Line di Dukuh Atas BNI, TransJakarta di Blok M BCA, ASEAN, Senayan, serta layanan ride-hailing di Lebak Bulus Grab.
Adanya integrasi ini memudahkan mobilitas lanjutan tanpa perlu keluar dari ekosistem transportasi publik.
Tarif MRT Jakarta Sesuai dengan Tujuan
MRT Jakarta menerapkan sistem tarif berbasis jarak tempuh. Tarif minimum adalah sebesar Rp3.000 dan maksimal Rp14.000 untuk perjalanan terjauh. Berikut adalah tabel beberapa tarif MRT Jakarta:
Stasiun Asal | Stasiun Tujuan | Tarif |
Lebak Bulus Grab | Fatmawati Indomaret | Rp4.000 |
Lebak Bulus Grab | Blok M BCA | Rp8.000 |
Lebak Bulus Grab | Senayan Mastercard | Rp10.000 |
Lebak Bulus Grab | Istora Mandiri | Rp11.000 |
Lebak Bulus Grab | Setiabudi Astra | Rp13.000 |
Lebak Bulus Grab | Dukuh Atas BNI | Rp14.000 |
Lebak Bulus Grab | Bundaran HI | Rp14.000 |
Blok M BCA | Senayan Mastercard | Rp4.000 |
Blok M BCA | Dukuh Atas BNI | Rp7.000 |
Blok M BCA | Bundaran HI | Rp8.000 |
Cipete Raya | Bundaran HI | Rp11.000 |
Haji Nawi | Bundaran HI | Rp10.000 |
Dukuh Atas BNI | Bundaran HI | Rp3.000 |
Senayan Mastercard | Bundaran HI | Rp6.000 |
Istora Mandiri | Bundaran HI | Rp5.000 |
Bendungan Hilir | Bundaran HI | Rp4.000 |
Penumpang MRT juga memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk membayar. Sebab, pembayaran bisa menggunakan kartu uang elektronik, QRIS, maupun tiket sekali jalan yang tersedia di stasiun
Dukung Keamanan Stasiun MRT Jakarta dengan Solusi Keamanan dari Hikvision
Sebagai ruang publik dengan mobilitas tinggi, stasiun MRT membutuhkan sistem keamanan yang andal.
Karena dengan jumlah pengunjung dan aktivitas yang tinggi, tentu menghadirkan tantangan keamanan tersendiri.
Pengelola infrastruktur publik seperti MRT Jakarta, bisa memanfaatkan solusi transportasi Hikvision, untuk menciptakan sistem pengawasan dan pemantauan yang efektif, efisien, dan modern.
Selain itu, sistem keamanan stasiun Hikvision juga memang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional di area transportasi publik seperti MRT. Sistem ini mencakup:
1. Pemantauan Video di Seluruh Area Stasiun
Area publik seperti peron, ruang tunggu, pintu masuk, eskalator, hingga koridor stasiun dapat dipantau menggunakan kamera CCTV dengan jangkauan luas. Misalnya, Panoramic Camer yang dapat membantu memberikan tampilan area yang lebih menyeluruh, serta kamera PTZ untuk memperbesar tampilan ke titik tertentu ketika ada potensi insiden yang perlu diperiksa lebih detail.
2. Analitik Berbasis AI untuk Mendeteksi Aktivitas Tidak Wajar
Dengan dukungan analitik video berbasis AI, sistem dapat membantu mendeteksi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Contohnya, fitur seperti line crossing detection dapat digunakan untuk memberi peringatan ketika seseorang melewati garis aman di area peron, sehingga petugas bisa segera melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi risiko yang lebih besar.
3. Penghitungan Penumpang untuk Memantau Kepadatan
Pada jam sibuk atau peak season, sistem dapat membantu memantau kepadatan penumpang di area tertentu. Data ini dapat menjadi acuan bagi petugas untuk mengatur arus masuk dan keluar penumpang, mengurangi potensi penumpukan, serta menjaga mobilitas di dalam stasiun tetap lancar.
4. Platform Manajemen Terpusat untuk Kontrol Operasional
Seluruh pemantauan dapat dikelola melalui platform terpusat, sehingga petugas dapat melihat kondisi berbagai area stasiun dari satu ruang kontrol.
Selain area dalam stasiun, pengelolaan juga dapat diperluas ke area parkir melalui solusi Sistem Parkir Terpadu, seperti ANPR untuk identifikasi pelat nomor kendaraan dan barrier gate untuk mendukung pengaturan akses keluar-masuk kendaraan.
Dengan penerapan teknologi tersebut, keamanan stasiun MRT di Jakarta dapat menjadi lebih optimal.
Pengawasan area publik, pemantauan kepadatan, pengelolaan akses kendaraan, hingga deteksi potensi risiko dapat dilakukan dengan lebih presisi, sehingga pengguna transportasi MRT dapat merasa lebih aman dan nyaman selama berada di lingkungan stasiun.
Untuk itu, jangan tunda lagi! Segera perkuat keamanan infrastruktur transportasi publik seperti MRT Jakarta dengan sistem keamanan stasiun dari Hikvision.