Logo
/
Preferred Sources Google Kini Ada di Search dan Discover

 

Preferred Sources Google Kini Ada di Search dan Discover



Preferred Sources Google resmi meluas ke Search, Discover, dan News. Pembaruan ini memberi pengguna kontrol lebih besar untuk memilih sumber berita favorit. Hingga Agustus 2026, lebih dari 600.000 sumber sudah dipilih pengguna lewat fitur ini.

Jumlah tersebut naik pesat dari 345.000 sumber pada Mei 2026. Kenaikan ini memperlihatkan minat pengguna terhadap personalisasi konten makin tinggi. Google juga menambahkan beberapa pembaruan pendukung lain. Pembaruan itu mencakup tombol interaktif, kontrol bahasa alami, dan audio briefing yang bisa diatur sendiri.

Perluasan Preferred Sources ini muncul di tengah persaingan ketat lalu lintas organik. Banyak penerbit media merasakan penurunan trafik akibat AI Overviews. Menariknya, Google mencoba menjawab kekhawatiran itu lewat fitur personalisasi baru ini. Harapannya, pembaca tetap terhubung dengan sumber berita yang mereka percaya.

Preferred Sources Google Kini Ada di Search dan Discover

Tombol Preferred Sources untuk Penerbit

Penerbit sekarang bisa memasang tombol Preferred Sources langsung di situs mereka. Alurnya cukup mudah bagi pembaca. Pengguna tinggal klik tombol, konfirmasi penambahan, lalu sistem otomatis mengembalikan mereka ke halaman artikel. Tombol ini bisa dipasang lewat beberapa baris kode JavaScript.

Dokumentasi lengkap tombol ini tersedia di Search Central milik Google. Penerbit punya tiga cara untuk memasang tombol Preferred Sources. Cara pertama memakai library JavaScript standar yang mendukung banyak bahasa dan tema. Cara kedua menggunakan SDK JavaScript agar tampilan situs bisa dikontrol penuh.

Cara ketiga memakai tautan deeplink tanpa kode JavaScript sama sekali. Metode ini cocok dipakai di email, buletin, atau media sosial. Namun deeplink punya friksi lebih tinggi karena pengguna tidak otomatis kembali ke situs asal. Penerbit sebaiknya memilih metode yang paling cocok dengan platform mereka.

Tidak semua alamat web bisa didaftarkan sebagai Preferred Source. Google menerapkan aturan berdasarkan struktur URL situs. Berikut kategori yang berlaku menurut aturan tersebut:

  • Domain tingkat atas seperti example.com dinyatakan layak

  • Subdomain seperti news.example.com juga dinyatakan layak

  • Subdirektori seperti example.com/blog tidak dinyatakan layak

Aturan ini membuat penerbit perlu memperhatikan struktur domain mereka sendiri. Situs dengan subdirektori sebaiknya mempertimbangkan pindah ke subdomain. Perubahan struktur ini bisa memengaruhi kelayakan pendaftaran Preferred Sources.

Penerbit yang baru mengenal fitur ini bisa memulai dari dokumentasi resmi Google terlebih dahulu. Perlu diketahui, proses integrasi tombol Preferred Sources tidak membutuhkan biaya tambahan. Tim developer cukup menyesuaikan kode dengan tema situs yang sudah ada. Setelah aktif, tombol ini bisa langsung diuji lewat halaman artikel mana pun.

Kontrol Bahasa Alami di Discover

Google Discover kini mendukung kontrol bahasa alami bagi penggunanya. Pengguna bisa membuka menu tiga titik pada kartu Discover. Lewat menu ini, pengguna dapat menuliskan instruksi soal topik yang ingin mereka lihat lebih banyak atau lebih sedikit. Fitur ini melengkapi opsi ikuti, berhenti ikuti, dan blokir sumber yang sudah ada sebelumnya.

Google News di Android juga mendapat pembaruan audio briefing. Pengguna bisa mengatur ringkasan berita audio berdasarkan topik pilihan mereka. Briefing ini menyebutkan sumber asal setiap cerita secara jelas. Pengguna juga mendapat tautan langsung menuju artikel lengkap.

Materi audio briefing ini didukung oleh proyek percobaan AI berita Google. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan berbagai penerbit berita. Kolaborasi tersebut membantu memastikan ringkasan tetap akurat dan relevan. Pengguna pun mendapat pengalaman mendengarkan berita yang lebih personal.

Hal ini membuat pengalaman membaca berita di Discover terasa lebih personal. Pengguna tidak perlu lagi menggeser banyak kartu untuk mencari topik favorit. Sistem akan menyesuaikan feed secara bertahap berdasarkan instruksi yang diberikan. Perubahan ini biasanya terlihat dalam beberapa hari pemakaian.

Perbedaan Preferred Sources dan Fitur Lain

Banyak orang menyamakan Preferred Sources dengan fitur personalisasi lain milik Google. Rajan Patel dari Google menegaskan bahwa ketiga fitur ini sebenarnya berbeda fungsi. Preferred Sources berfokus mengatur pengalaman Search agar situs pilihan lebih sering muncul. Situs pilihan bisa tampil lebih banyak di Top Stories, AI Mode, dan AI Overviews.

Tailor Your Feed berfungsi khusus untuk Google Discover. Fitur ini mengatur feed berdasarkan kategori konten, bukan berdasarkan sumber tertentu. Sementara itu, Search Profiles menjadi ruang khusus yang bisa dibagikan penerbit. Ruang ini menampilkan gambar header, profil media sosial, dan artikel terbaru mereka.

Ketiga fitur ini saling melengkapi meski cara kerjanya berbeda. Oleh karena itu, penerbit perlu memahami perbedaan ini sebelum menyusun strategi konten. Pemahaman yang tepat membantu penerbit memanfaatkan setiap fitur secara maksimal.

Kejelasan fungsi ini penting agar penerbit tidak salah menyusun target strategi. Tim redaksi sebaiknya membagi tugas antara tim SEO dan tim media sosial. Tim SEO bisa fokus mendorong Preferred Sources dan Search Profiles. Sementara tim media sosial dapat mengarahkan pembaca memakai fitur Tailor Your Feed.

Manfaat Preferred Sources bagi Penerbit

Preferred Sources bukan faktor peringkat yang otomatis mendongkrak posisi situs. Meski begitu, fitur ini tetap memberi manfaat bagi penerbit. Situs yang dipilih pengguna berpeluang lebih sering muncul di bagian Dari Sumber Anda. Peluang ini membuka jalan bagi audiens setia untuk kembali membaca konten penerbit.

Situs yang dipilih pengguna juga mendapat label Preferred pada AI Overviews. Label ini berpotensi menaikkan tingkat klik pengguna terhadap artikel penerbit. Pengembang bisa melacak klik tombol Preferred Sources lewat Google Tag Manager. Data dari GA4 juga bisa dipakai untuk mengukur loyalitas audiens.

Penerbit lokal di Indonesia juga bisa memanfaatkan momentum ini. Media dengan pembaca setia berpeluang mendapat kunjungan berulang lebih tinggi. Hal ini membuat strategi retensi audiens menjadi makin relevan dibanding strategi akuisisi semata. Preferred Sources memberi jalan baru bagi penerbit untuk menjaga hubungan dengan pembaca.

Berikut ringkasan perbandingan tiga fitur personalisasi Google agar lebih mudah dipahami:

FiturFungsi IntiLokasi Tampil
Preferred SourcesMengatur sumber favorit penggunaSearch, AI Mode, AI Overviews
Tailor Your FeedMengatur kategori kontenGoogle Discover
Search ProfilesMenampilkan profil penerbitHalaman profil penerbit

Penerbit yang aktif memasang tombol Preferred Sources berpeluang menjangkau pembaca lebih luas. Data klik dan performa pun bisa dipantau secara berkala lewat GA4 dan Tag Manager. Langkah ini membantu penerbit menyesuaikan strategi konten dengan kebiasaan Preferred Sources pengguna mereka.

Perkembangan Preferred Sources ini kemungkinan besar akan terus dipantau oleh pelaku industri media. Google belum mengumumkan jadwal pasti perluasan fitur ke negara lain. Namun tren global menunjukkan personalisasi konten menjadi prioritas banyak platform besar. Penerbit yang bersiap lebih awal berpotensi mendapat keuntungan jangka panjang dari Preferred Sources. Baca artikel tenkologi dan informasi menarik lainya hanya di  Ruangbacaku

Artikel Selanjutnya Ini adalah artikel terbaru